mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday30
mod_vvisit_counterYesterday106
mod_vvisit_counterThis week30
mod_vvisit_counterLast week600
mod_vvisit_counterThis month2448
mod_vvisit_counterLast month10738
mod_vvisit_counterAll days206797

We have: 4 guests, 1 bots online
Your IP: : 54.237.247.172
 , 
Today: November 23, 2014
Pemasangan kateter kandung kemih PDF Print E-mail
Written by Tony Sukentro   
Saturday, 10 April 2010 14:54

 

Pemasangan kateter kandung kemih

 

kateterkandungkemih

 

Definisi :

Kateter adalah pipa untuk memasukkan atau mengeluarkan cairan. Kateter terutama terbuat dari bahan karet atau plastik, metal, woven silk dan silicon.

Kandung kemih adalah sebuah kantong yang berfungsi untuk menampung air seni yang be rubah-ubah jumlahnya yang dialirkan oleh sepasang ureter dari sepasang ginjal.

Kateterisasi kandung kemih adalah dimasukkannya kateter melalui urethra ke dalam kandung kemih untuk mengeluarkan air seni atau urine.

 

Kegunaan :

  • Untuk segera mengatasi distensi kandung kemih.
  • Untuk pengumpulan spesimen urine.
  • Untuk mengukur residu urine setelah miksi di dalam kandung kemih.
  • Untuk mengosongkan kandung kemih sebelum dan selama pembedahan .

Perhatian :

  • Pelaksana harus memiliki  pengetahuan dasar tentang anatomi dan fisiologi dan sterilitas dalam rangka tindakan preventif memutus rantai penyebaran infeksi nosokomial.
  • Cukup ketrampilan dan berpengalaman untuk melakukan tindakan dimaksud
  • Usahakan jangan sampai menyinggung perrasaan pasien, melakukan tindakan harus sopan, perlahan-lahan dan berhati-hati .
  • Diharapkan pasien telah menerima penjelasan yang cukup tentang prosedur dan tujuan tindakan.
  • Pasien yang telah mengetahui dengan jelas segala sesuatu tentang tindakan yang akan dilakukan pasien atau keluarga diharuskan menandatangani informed consent

 

Persiapan Alat:

  1. Tromol steril berisi
  2. Gass steril
  3. Deppers steril
  4. Sarung tangan Steril
  5. Kom
  6. Neirbecken
  7. Pinset anatomis
  8. Doek.
  9. Kateter steril sesuai ukuran yang dibutuhkan.
  10. Tempat spesimen urine jika diperlukan .
  11. Urobag
  12. Perlak dan pengalasnya
  13. Disposable spuit 10 cc
  14. Selimut.
  15. Aquadest  30 cc
  16. Bethadine
  17. Alkohol 70 %

 

 

PELAKSANAAN :

 

1.      Menyiapkan pasien : untuk pasien laki-laki dengan posisi terlentang, sedang wanita dengan posisi litotomi.

2.      Aturlah cahaya lampu sehingga didapatkan visualisasi yang baik.

3.      Siapkan deppers dan kom, tuangkan bethadine secukupnya .

4.      Kenakan handscoen dan pasang doek lubang pada genetalia penderita.

5.      Mengambil deppers dengan pinset dan mencelupkan pada larutan bethadine

6.      Melakukan desinfeksi sebagai berikut :

7.      Pada pasien laki-laki : Penis dipegang dan diarahkan ke atas atau hampir tegak lurus dengan tubuh untuk meluruskan urethra yang panjang dan berkelok agar kateter mudah dimasukkan . desinfeksi dimulai dari meatus termasuk glans penis dan memutar sampai pangkal, diulang sekali lagi dan dilanjutkan dengan alkohol. Pada saat melaksanakan tangan kiri memegang penis sedang tangan kanan memegang pinset dan dipertahankan tetap steril.

8.      Pada pasien wanita : Jari tangan kiri membuka labia minora, desinfeksi dimulai dari atas ( clitoris ), meatus lalu kearah bawah menuju rektum. Hal ini diulang 3 kali . deppers terakhir ditinggalkan diantara labia minora dekat clitoris untuk mempertahankan penampakan meatus urethra.

9.      Pada pasien laki – laki : masukan sebagian besar xylocain jelly ke dalam uretra lalu tahan dengan tangan kiri

10.  Lumuri kateter dengan jelly dari ujung merata sampai sepanjang 10 cm untuk penderita laki-laki dan 4 cm untuk penderita wanita.

11.  Masukkan katether ke dalam meatus, bersamaan dengan itu penderita diminta untuk menarik nafas dalam.

12.  Untuk pasien laki-laki : Tangan kiri memegang penis dengan posisi tegak lurus tubuh penderita sambil membuka orificium urethra externa, tangan kanan memegang kateter dan memasukkannya secara pelan-pelan dan hati-hati bersamaan penderita menarik nafas dalam.Kaji kelancaran pemasukan kateter jika ada hambatan berhenti sejenak kemudian dicoba lagi. Jika masih ada tahanan kateterisasi dihentikan. Menaruh neirbecken di bawah pangkal kateter sebelum urine keluar. Masukkan kateter sampai pangkalnya.

13.  Untuk pasien wanita : Jari tangan kiri membuka labia minora sedang tangan kanan memasukkan kateter pelan-pelan dengan disertai penderita menarik nafas dalam . kaji kelancaran pemasukan kateter, jika ada hambatan kateterisasi dihentikan. Menaruh nierbecken di bawah pangkal kateter sebelum urine keluar. Masukkan kateter sampai pangkalnya.  

14.  Mengambil spesimen urine kalau perlu.

15.  Mengembangkan balon kateter dengan aquadest steril sesuai volume yang tertera pada label spesifikasi kateter yang dipakai.

16.  Memfiksasi kateter : Pada penderita laki-laki kateter difiksasi dengan plester pada abdomen.

17.  Pada penderita wanita kateter difiksasi dengan plester pada pangkal paha.

18.  Menempatkan urobag ditempat tidur pada posisi yang lebih rendah dari kandung kemih.

19.  Melaporkan pelaksanaan dan hasil tertulis pada status penderita yang meliputi :  Hari tanggal dan jam pemasangan kateter, Tipe dan ukuran kateter yang digunakan, Jumlah, warna, bau urine dan kelainan-kelainan lain yang ditemukan, Nama terang dan tanda tangan pemasang.

 

Ditulis Oleh:

 

Dr Tony Sukentro Sp B ( RS Dharma Nugraha )

 

Add comment


Security code
Refresh